Rabu, 28 November 2012

Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Lele | Teknik Ternak Ikan Lele Bagi yang berencana akan membuka bisnis, usaha atau sekedar beternak ikan lele berikut ini sedikit cara budi daya ternak ikan lele yang mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman semua. Ikan Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Adapun bagi teman-teman yang ingin memelihara lele atau beternak lele, berikut ini merupakan syarat hidup Ikan Lele : Ikan lele dapa hidup pada suhu 20*C dengan suhu optimal antara 25-28*C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C. Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen) Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri, atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan. Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan hidup, seperti eceng gondok mempunyai pH 6.5-9 kesadahan (derajat butiran kasar) maksimal 100ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan)bukan lumpur antara 30-60 cm, kebutuhan o2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak, dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter Kemudian setelah mengetahui mengenai kehidupan Ikan lele, bagi yang ingin bisnis / usaha ikan lele langkah selanjutnya yaitu menyiapkan Lahan Kolam Ikan Lele tentunya. Untuk membuat kolam lele, tidak sama seperti ikan air lainnya. Perlu diperhatikan Terpal Kolam Ikan Lele itu sendiri. Berikut ini cara membuat Kolam Ikan Lele terpal : Persiapkan Lahan untuk Kolam. Kemudian Keruk sedalam minimal 50 cm Setelah lahan tanah untuk kolam sudah dikeruk, buat rangka untuk terpal kolam ikan lele bisa menggunakan bambu atau rangka khusus terpal. Pastikan posisinya presisi dengan kerukan tanah tersebut Persiapkan terpal dan masukkan kedalam kerukan kolam ikan lele tersebut. Pasang terpal secara hati-hati dan pastikan supaya terpal tidak bocor Selanjutnya apabila sudah memastikan terpal terpasang dengan baik di kolam yang sudah dikeruk, masukkan air dan ikan lele tentunya. Ada banyak cara Teknik Beternak Lele, berikut ini merupakan salah satu teknik beternak ikan lele : Teknik Persiapan Air Kolam baca selengkapnya membuat terpal kolam ikan lele lengkap (klik disini) : Air bisa memakai air dari sumber manasaja, dengan syarat kadar besi rendah. Kalau air PAM wajib diendapkan dulu 1-3 hari, supaya koporit menguap. Isi kolam hingga ketinggian 50cm Beri pupuk kandang yang sudah diletakkan di dalam karung dan diikat serta digantungkan hingga setengah karung terendam dalam air. Jumlahnya adalan 1-1,5 kg/m2 atau untuk 10m2 berkisar 10-15 kg Larutkan cairan herbal sebanyak 2 sendok makan dan dilarutkan dalam 2 liter air serta ditambahkan 4 sendok makan garam dapur kemudian ditebar rata. Larutan herbal hanya bisa didapatkan di Abah Nasruddin atau kadernya saja. (Ane tidak memakai pupuk kandang dan sebagai gantinya memakai pupuk organik cair supaya lebih simple) Air akan berangsur-angsur menjadi hijau terang (pengalaman hari ke 4-5 akan kelihatan hijau), setelahnya akan semakin pekat. Tunggu selama 8 hari dan kemudian angkat pupuk kandang dari kolam Keesokan harinya benih siap ditebar (hari ke-9). Tebar pada pagi hari <11pagi atau sore >3sore. Ane pernah tebar jam 1 siang banyak yang sekitar patilnya jadi berwarna merah. Tebar secara perlahan dengan metode aklimatisasi selama 5-10menit dan usahakan lele keluar sendiri dari wadah. Teknik Pemberian Pakan / Makan Ikan Lele : Setelah ditebar, lele baru diberi makan setelah 12 jam kemudian, karena untuk adaptasi dan masih banyak makanan alami di kolam. Tahap pertama menggunakan 781-1 atau setara sebanyak 3kg untuk 8-10 hari. Pelet diberikan 3x sehari. Setelah pakan tersebut habis, tambahkan air kolam sebanyak 10cm Tahap kedua menggunakan 781-2 atau setara sebanyak 5kg untuk 8-10 hari. Pemberian pelet dinaikkan menjadi 4x sehari. Setelah habis, tambahkan air kolam sebanyak 10cm. Tahap ketiga menggunakan 781 atau setara sebanyak 22kg untuk 8-10 hari dan pemberian pakan 5-6kali sehari, Sama dengan sebelumnya, jika pakan sudah habis, maka air kolam ditambahkan ketinggiannya sebanyak 10cm. Tahap keempat dilakukan pemberian pakan sebayak 70 kg hingga panen. Dapat dilanjutkan dengan memakai 781, akan tetapi untuk mengurangi biaya produksi dapat menggunakan pakan tenggelam seperti SNL/sinta ataupun menggunakan pakan alternatif seperti sosis bs, ayam tiren, ika runcah dsb.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Cara Budidaya Ikan Cupang hias

Budidaya Ikan Cupang Bagi rekan-rekan yang suka dengan ikan hias mungkin sudah tidak aneh lagi dengan yang namanya Ikan Cupang, apalagi yang suka ikut kontes atau hanya sekedar hobi ikan hias, kali ini selain kita mengkoleksi ikan hias, saya akan ajak rekan untuk mengenal bagimana sebenarnya cara pembiakan ikan cupang, ini hanya sekedar mengenal tapi bisa juga kalau memang rekan berminat untuk membudidayakannya.. Biasanya budidaya cupang sangat diminati dan digandrungi oleh penggemar ikan atau oleh parapebisnis ikan hias. Tapi banyak pula peminat pembudidaya cupang yang kurang paham masalah cara pembiakan atau pembibitan cupang. Sebenarnya Budidaya cupang sangat gampang, kita hanya perlu mengeluarkan modal yang cukup sedikit dan kolam untuk budidaya cupang hapir mirip dengan budidaya ikan lainnya, apalagi bila rekan-rekan sudah mempunyai kolam bekas budidaya lele atau budidaya ikan lainnya, untuk idealnya kolam cupang bisaberukuran mulai dari 1m-5m/segi, dan kolam bisa terbuat dari kolam pelastik, kolam semen, kolam terpal juga aquarium, tentunya dengan ukuran kolam yang kecil kita bisa menaruhnya di tempat yang cukup sempit, misalnya bisa rekan taruh di halaman rumah atau dimana saja sesuai dengan lingkungan rekan-rekan, Ikan cupang juga tidak memerlukan pakan yang khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya dapat menggunakan pakan alami semisal kutu air juga daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya menggenang. untuk mempercepat pertumbuhan benih cupang rekan bisa juga memberikan kutu air yang diselingi dengan cacing rambut. Uniknya dalam budidaya cupang ini adalah dimana kita akan memijahkan atau mengkawinkan cupang kita tidak membutuhkan lahan besar, kolam perkawinan ini kita cukup menggunakan ember atau baskom juga aquarium yang ukuran kecil, tapi tetap rekan harus memperhatikan perawatan ikan ini bila rekan menempatkannya di tempat yang kecil. Sebelum kita memulai budidaya Ikan Hias cupang alangkah baiknya kita mengenal dulu bentuk fisik cupang yang tergolong baik untuk dibudidayakan, adapun ciri husus pada ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang sangat indah, siripnya pun cukup panjang yang menyerupai sisir serit, sehingga sering juga disebut cupang serit. Beda lagi dengan fisik cupang betina yang warnanya kurang menarik (aga kusam) dan bentuk siripnya pendek dibanding ikan cupang jantan. Tidak semua ikan cupang baik untuk dipijahkan, untuk itu rekan-rekan harus memilih mana cupang yang baik dan kurang baik, ini penting sekali karena akan menentukan pada kualitas anakan cupang nantinya, adapun ciri-ciri umum pada ikan cupang yang siap dipijahkan sebagai berikut : 1). Cupang Jantan Umur minimal ± 4 bulan Fisik tubuh juga siripnya cukup panjang serta berwarna indah Gerakannya sangat agresif juga lincah Tidak terjangkit penyakit dan juga tidak cacat 2). Cupang betina Umur sama dengan cupang jantan minimal ± 4 bulan Bentuk badan agak membulat yang menandakan siap dikawinkan Gerakannya sedikit agak lambat Sirip agak pendek dan juga warnanya kusam Kondisi sehat dan tidak cacat Setelah tadi kita memilih dan mempersiapkan induk cupang yang akan kita budidaya, sekarang rekan-rekan tinggal mencoba untuk mengawinkannya, langkah-langkah yang harus kita persiapkan dalam pmijahan ini adalah sebagai berikut: Mempersiapkan kolam pemijahan berupa jolang plastik atau aquarium kecil, ingat harus bersih. Isi kolam tersebut dengan air yang bersih, ketinggian air sekitar 15 – 30 Cm. atau bisa disesuaikan Masukkan induk cupang jantan yang tadi telah kita persiapkan terlebih dahulu selama 1 hari. Tutup kolam dengan penutup. setelah satu hari kita masukan induk cupang betina yang telah cukup matang telurnya pada sore hari ke dalam kolam pemijahan. Umumnya Ikan Cupang akan mijah pada malam hari dan pada pagi harinya cupang sudah bertelur. Telur Cupang menempel pada sarang yang berupa busa yang telah dipersiapkan oleh induk cupang jantan. Bila Memang sudah bertelur segera Induk betina dipindahkan dan cupang jantan dibiarkan didalam kolam tersebut untuk merawat telur cupang sampai menetas. Bilamana anak cupang sudah menetas dan mulai habis kuning telurnya, maka rekan-rekan sudah harus segera menyiapkan media yang lebih besar sebagai tempat pembesaran. jangan lupa pemindahan pertama rekan harus memindahkannya bersama induk jantannya, benih ikan tadi bisa rekan-rekan beri makanan berupa kutu air, biasanya sepuluh hari kemudian anak ikan segera dipindahkan kembali ke tempat lain, dan selanjutnya rutin setiap satu minggu, ini dimaksudkan supaya pertumbuhan ikan cepat besar. Setelah benih cupang tadi mencapai waktu 1 bulan, ini sudah dapat dilakukan pemanenan dan dapat diseleksi mana yang berkualitas dan kurang. diusahakan cupang yang berkualitas baik juga cupang hasil penyeleksian dipisahkan, tempat pemisahan bisa berupa botol dan jangan lupa satu botol satu ikan, ini dimaksudkan supaya tidak terjadi perkelahian, pada usia 1,5 sampai 2 bulan cupang mulai memperlihatkan keindahannya dan dapat segera dipasarkan.